-->

Iklan Billboard 970x250

JAMU TRADISIONAL 3 (GIGI BERLUBANG, GONDOK, GONDONGEN, JERAWAT, KANGKER)

Iklan 728x90

JAMU TRADISIONAL 3 (GIGI BERLUBANG, GONDOK, GONDONGEN, JERAWAT, KANGKER)


Setelah membaca jamu tradisional 1 dan 2, maka kali ini saya akan memberikan lanjutannya, yaitu jamu tradisional 3. Ramuan jamu ini saya susun waktu saya kuliah dulu dengan melihat dan membaca beberapa referensi baik dari buku maupun internet. Selain itu, jika ada yang kurang dimengerti, maka saya melakukan wawancara dengan orang yang saya anggap mampu dan tahu dalam bidang jamu tradisional. Untuk itu di bawah ini merupakan lanjutannya. Silahkan dibaca, jika bermanfaat silahkan dishare dan dibagikan. Terima kasih. 
1.      Gigi berlubang
Penyakit gigi yang sering terjadi adalah gigi berlubang dan pembenngkakan gusi. Pada uraian ini terlebih dahulu diketengahkan mengenai gigi berlubang.
a)      Ciri-ciri
o   Gigi keropos bagian dalam dan akhirnya berlubang
o   Rasanya nyeri

b)      Bahan/ ramuan
(1)     -     5 tetes getah pohon kamboja
(2)     -     5 tetes minyak tempurung
(3)     -     2 biji bawang putih
(4)     -     5 tetes getah biduri
(5)     -     2 genggam daun kemuning
         -     1 genggam daun inggu
         -     2 ibu jari kunyit

c)      Proses Pembuatan
(1)         Batang kamboja dip0otong diambil getahnya
(2)         Tempurung kelapa yang agak tua, diletakkan di cangkir lalu di bakar. Setelah tempurung itu terbakar maka mengeluarkan minyak yang berwarna coklat. Minyak tempurung tersebut menetes ke dalam cangkir.
(3)         Biji bawang putih dikupas, lalu dipotong sebesar lubang pada gigi
(4)         Batang (ranting) biduri dipotong lalu diambil getahnya
(5)         Daun kemuning dan daun inggu dicuci bersih. Kunyit dikupas kulitnya lalu dicuci dan dipotong tipis-tipis. Kemudian bahan-bahan tersebut direbus dengan air 3 gelas. Setelah mendidih diturunkan dari api lalu didinginkan.

d)     Cara Pengobatan
(1)         Getah kamboja tersebut diteteskan pada lubang gigi, lalu ditutup dengan kapas. Agar tidak terlepas, kaps tersebut digigit. Pengobatan ini dilakukan 2 jam sekali.
(2)         Minyak tempurung diteteskan pada lubang gigi, lau ditutup dengan kapas. Kapas tersebut digigit. Pngobatan ini dilakukan 2 jam sekali.
(3)         Bawang puth dimasukkan pada lubang gigi lalu ditekan pelan-pelan atau digigit
(4)         Getah biduri diteteskan pada gigi yang berlubang, lalu ditutup dengan kapas. Kapas tersebut ditekan pelan-pelan atau digigit. Pengobatan ini dilakukan 2 jam sekali
(5)         Air rebusan jamu tersebut disaring lalu diminum 4 kali sehari. Tiap kali minum ½ gelas. Pengobatan ini dilakukan setiap hari hingga gigi sembuh

2.      Gondok
Gondok adalah penyakit yang disebabkan karena kekurangan yodium. Penyakit ini biasanya menyerang penduduk yang hidup di pegunungan.
a)      Ciri-ciri
o   Kelenjar gondok membengkak melintang di pangkal tenggorokan

b)      Bahan/ ramuan

-          5 buah blimbing wuluh
-          2 biji bawang merah
-          1 genggam daun gandapura
-          1 ibu jari assam kawak
-          ¼ sendok teh garam

c)   Proses Pembuatan
Bawang merah dikupas, selanjutnya dicuci bersama-sama dengan blimbing wuluh dan daun gandapura. Semua bahan tersebut ditumbuk hingga halus, lalu diberi asam dan garam serta 1 sendok air, selanjutnya diaduk hingga rata.

d)   Cara Pengobatan
Jamu tersebut dibubuhkan ke bagian gondok, kemudian dibalut. Pengobatan ini dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) hingga gondok sembuh.

3.      Gondongen
Gondongen adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar air liru. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak.
a)      Ciri-ciri
o   Badan panas
o   Kepala pusing
o   Kurang nafsu makan
o   Kelenjar di depan telinga terasa nyeri dan terjadi pembengkakan

b)      Bahan/ ramuan
(1)     -     Daun kecubung 5 lembar
         -     Kapur sirih sebesar biji asam
         -     Cuka satu sendok makan
(2)     -     Blau
(3)     -     Air kecomberan (peceren) yang jernih
(4)     -     Adas ½ sendok teh
         -     Temu hitam 2 ibu jari
         -     Kunyit 2 ibu jari
         -     Kencur 2 jari kelingking
         -     Temu lawak 2 ibu jari
(5)     -     Satu buah mengkudu yang masih muda

c)      Proses Pembuatan
(1)         Daun kecubung dicuci hingga bersih lalu dilumatkan, kemudian dicampur dengan kapur sirih dan cuka.
(2)         Blau dicampur dengan sedikit air panas sehingga lembek
(3)         Air peceren diambil yang jernih.
(4)         Temu hitam, kunyit, kencur, temu lawak dikupas kemudian dicuci. Bahan-bahan tersebut diiris tipis-tipis lalu direbus dengan air 2 liter. Setelah mendidih rebusan jamu tersebut diturunkan
(5)          Buah mengkudu diambil yang masih muda, kira-kira sebesar telur ayam kampung.

d)     Cara Pengobatan
(1)         Campuran jamu tersebut dioleskan pada pipi yang bengkak
(2)         Blau yang telah lembek tersebut dioleskan pada pipi yang terserang gondong (bengkak), 2 kali sehari (pagi dan sore hari)
(3)         Air peceren tersebut dioleskan pada pipi yang bengkak
(4)         Jamu tersebut disaring, kemudian diambil airnya ½ gelas lalu diminum. Apabila terlalu pahit boleh ditambah gula secukupnya.
(5)         Buah mengkudu diuntai dengan benang, kemudian dikalungkan pada si penderita. Adapun lamanya memakai kalung buah mengkudu tersebut hingga sembuh.

4.      Jerawat
Jerawat adalah penyakit kulit yang sering ditemukan pada saat anak-anak muda meningkat pada akil balik. Jerawat pada umumnuya muncul di wajah, tetapi ada juga yang muncul di punggung.
a)      Ciri-ciri
o   Pada kulit terutama wajah timbul benjolan-benjolan kecil seperti bisul.
o   Benjolan ini biasanya pada bagian ujung berwarna kuning dan berisi nanah
o   Kulit yang berjerawat kadang-kadang terasa gatal dan nyeri

b)      Bahan/ ramuan
(1)     -     1 buah jeruk nipis
(2)     -     5 buah blimbing wuluh
(3)     -     1 ibu jari temu lawak
         -     sedikit asam kawak
         -     3 kelingking kencur
         -     ½ sendok teh jinten
         -     gula aren secukupnya

c)      Proses Pembuatan
(1)         Jeruk nipis dibelah menjadi dua
(2)         Buah blimbing dicuci bersih lalu diparut
(3)         Temu lawak dikupas kulitnya, dicuci bersih lalu diparut. Kencur dikupas kulitnya lalu dicuci, kemudian diparut. Selanjutnya, parutan kencur, asem kawak, jinten, diberi 1 gelas air panas, dan gula aren secukupnya, lalu diseduh hingga campur. Selanjutnya seduhan jamu tersebut disaring.
d)     Cara Pengobatan
(1)         Jeruk nipis dipoleskan pada seluruh wajah yang berjerawat. Pengobatan ini dilakukan sekali sehari pada malam menjelang tidur.
(2)         Parutan buah blimbing tersebut dioleskan ke seluruh wajah. Pengobatan ini dilakukan sehari sekali, pada malam hari menjelang tidur dan pada pagi hari bangun tidur dicuci bersih.
(3)         Jamu yang telah disaring tersebut lalu diminum sekaligus, tiap sore hari. Agar jerawat cepat sembuh sebaiknya pada malam hari di samping minum jamu, juga mengoles wajah yang berjerawat dengan jamu pada no. 1 dan no. 2. Pengobatan tersebut harus dilakukan setiap hari secara teratur.

5.      Kangker
Penyebab penyakit kanker sampai saat ini belum dapat diketahui dengan jelas, tetapi ada yang mengatakan bahwa kanker disebabkan oleh sejenis virus, hanya saja virusnya berbeda dengan virus yang menyebabkan penyakit menular.
a)      Ciri-ciri
o   Jika terdapat luka atau bengkak yang tidak sembuh-sembuh pada lidah, mulut atau bibir
o   Terdapat benjol atau daging keras yang tidak terasa sakit pada dada, susu (payudara) atau yang lain
o   Pada wanita yang haid mengeluarkan darah yang sangat banyak dan baunya amis
o   Perubahan warna dan bentuk pada kutil/tahi lalat
o   Demam, muka pucat badan lemah timbul radang dan borok yang bernanah

b)      Bahan/ ramuan
(1)     Tapak dara
         -     ½ genggam daun tapak dara
         -     ⅓ genggam bunga tapak dara
         -     ¼ genggam akar tapak dara
         -     ¼ genggam batang tapak dara
(2)     Kemladean yang tumbuh pada pohon teh/mangga
         -     15 lembar daun kemladean
         -     2 jari batang kemladean
         -     2 jari akar kemladean
         -     10 kuntum bunga kemladean
         -     10 biji kemladean

c)      Proses Pembuatan
(1)         Daun, bunga, akar, dan batang dari tapak dara dicuci dan dipotong seperlunya, direbus dengan air bersih 4 gelas, setelah tinggal 3 gelas, kemudian diangkat, didinginkan lalu disaring.
(2)         Daun, batang, akar, bunga, dan buah dari kemladean dicuci kemudian direbus dengan air 5 gelas. Setelah tinggal 2½ gelas, lalu diangkat, didinginkan, kemudian disaring.

d)     Cara Pengobatan
(1)         Air rebusan tapak dara yang sudah disaring diminum 3 kali sehari, sekali minum ¾ gelas.
Air rebusan kemladean yang sudah disaring diminum 3 kali sehari, sekali minum ¾ gelas.
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan-iklan

loading...