-->

Iklan Billboard 970x250

PERUBAHAN KOSAKATA

Iklan 728x90

PERUBAHAN KOSAKATA


Dalam perkembangan sosiolinguistik cabang ilmu bahasa di bidang kosakata mengalami perubahan. Kosakata yang mengalami perubahan dapat dilihat dari bentuk AKRONIM, penggabungan, penyempitan maupun yang lain.


Perubahan bahasa yang paling mudah terlihat adalah pada bidang kosakata. Perubahan kosakata dapat berarti bertambahnya kosakata baru, hilangnya kosakata lama, dan berubahnya makna kata. Bahasa Inggris yang diperkirakan memiliki lebih dari 600.000 kosakata adalah “berkat” penambahan kata-kata baru dari berbagai sumber bahasa lain, yang telah berlangsung sejak belasan abad yang lalu. Sedangkan bahasa Indonesia yang kabarnya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki sekitar 65.3000 kosakata (dalam kamus Poerwadarminta hanya terdapat 23.000 kosakata) adalah juga berkat tambahan berbagai sumber, termasuk bahasa-bahasa asing dsan bahasa-bahsaa Nusantara.

Kata-kata yang diterima dari bahasa lain disebut kata pinjaman atau kata serapan. Proses penyerapan atau peminjaman ini ada yang dilakukan secara langsung dari bahsa sumbernya, tetapi ada juga yang melalui bahasa lain. Kata festa dari bahasa Prancis pertengahan (Prancis modern fete dan Prancis kuno feste) telah secara langsung diserap oleh bahasa Inggris pertengahan, yang menjadi feast dalam bahsa Inggris modern. Sebaliknya kata algebra dipinjam dari bahsa Spanyol, yang menyerap pula dari bahasa Arab. Kata kasus dalam bahasa Indonesia adalah pinjaman langsung dari bahasa Latin, tetapi kata kes dalam bahasa Malaysia meminjamnya dari bahasa Inggris.

Penambahan kata-kata baru selain dengan cara menyerap dari bahasa lain, dapat juga dilakukan dengan proses penciptaan. Misalnya, kata kleenex dalam bahasa Inggris dibentuk dari kata clean, kata jell-O dari gel, dan kata frigidaire dari frigid plus air. Juga dari nama-nama produk atau merek dagang seperti Kodak, nylon, dacron, dan orlon. Pemendekan dari kata atau frase yang panjang dapat juga membentuk kosakata yang baru, seperti nark untuk narcotics agent, tec atau dick untuk detective, telly untuk television, prof untuk professor, dan teach untuk teacher. Bentuk-bentuk singkat tersebut berstatus sebagai butir leksikal mandiri yang sepadan dengan bentuk panjangnya. Di samping bentuk kependekan banyak juga bentuk yang disebut akronim, yakni kata yang terbentuk dari huruf-huruf serangkaian kata, seperti NASA, UNESCO, radar (dari radio, detecting, and ranging), laser (dari light amplification by stimulated emission of radiation). Dalam bahasa Indonesia banyak juga kita jumpai kata yang berbentuk akronim ini, seperti ABRI, hankam, tilang, pelita, tabanas, dan menwa. Selain itu penggabungan (compounding) dua kata atau lebih banyak pula digunakan untuk penciptaan kata-kata baru, sebagai contoh dalam bahasa Inggris ada afternoon, bigmouth, highball, moreover, dan railroad. Dalam bahasa Indonesia ada bentuk-bentuk sepertyi matahari, hulubalang, kakilima, matasapi, mahasiswa. Di samping gabungan utuh seperti di atas, ada juga gabungan yang disertai dengan penyingkatan. Bentuk ini lazim disebut paduan (blending), seperti smog (dari smoke + fog), motel (dari motor + hotel). Dalam bahasa Indonesia ada bentuk pasaraya (dari pasar + raya), keretapi (dari kereta + api), dan sumbagsel (dari Sumatera + bagian + selatan).

Dalam perkembangannya sebuah bahasa bias juga, karena berbagai sebab, akan kehilangan kosakatanya. Artinya, pada masa yang lalu kata-kata tersebuty digunakan, tetapi kini tidak lagi. Kalau membaca Romeo and Juliet karya William Shakespeare, akan menemukan sejumlah kata bahasa Inggris yang kini sudah tidak digunakan lagi. Misalnya, kata beseem “to be suitable”, mammet “a doll or puppet”, wot “to know”, gyve “a fetter”, fain “rather”, dan wherefor “why”. Dalam bahasa Indonesia kata-kata berikut sudah tidak digunakan lagi, antara lain, kempa ‘stempel, cap’, centang perenang ‘tidak rapi, berantakan’, engku ‘sebutan untuk menyapa guru laki-laki’, ungkai ‘terbuka, terkoyak’, terban ‘runtuh’, tingkap ‘jendela’, dan sanggat ‘kandas’. Namun, kini dalam upaya pengembangan kosakata dan istilah banyak kosakata lama yang sudah menghilang digunakan kembali, misalnya, mengelola, sempadan, kudapan, dan ragangan.
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan-iklan

loading...