-->

Iklan Billboard 970x250

PERUBAHAN SEMANTIK

Iklan 728x90

PERUBAHAN SEMANTIK



Perubahan semantik umum adalah berupa perubahan pada makna butir-butir leksikal yang mungkin berubah total, meluas, atau juga menyempit. Perubahan yang bersifat total, maksudnya, kalau pada waktu duu kata itu, misalnya, bermakna 'A', maka kini atau kemudian menjadi bermakna 'B'. Seumpamanya, kata bead dalam bahasa Inggris aslinya bermakna ‘doa, sembahyang’ tetapi kini bermakna ‘tasbih, butir-butir tasbih’, kata knight aslinya bermakna ‘pemuda’, tetapi kini bermakna ‘ksatria’, dan kata selly  dalam bahasa Inggris kuno bermakna ‘bahagia’, tetapi kini bermakna ‘pandir, tolol’. Dalam bahasa Indonesia kita dapati contoh, antara lain, kata pena dulu bermakna ‘bulu (angsa)’, tetapi kini berarti ‘alat tulis bertinta’, ceramah dulu bermakna ‘cerewet, banyak cakap’, tetapi kini bermakna ‘uraian mengenai satu bidang ilmu’, kata seni dulu berarti ‘air kencing’, tetapi kini berarti ‘karya yang bernilai halus’. Jadi, sepadan dengan kata Inggris art atau kata Belanda kunts, dan kata canggih dulu bermakna ‘banyak omong, bawel’, tetapi sekarang digunakan sebagai padanan kata Inggris sophisticated.

Perubahan makna yang sifatnya meluas (broadening), maksudnya, dulu kata tersebut hanya memiliki satu makna, tetapi kini memiliki lebih dari satu makna. Dalam bahasa Inggris kata holiday asalnya hanya bermakna ‘hari suci (yang berkenaan dengan agama)’, tetapi kini bertambah dengan makna ‘hari libur’, dan kata picture pada mulanya hanya bermakna ‘gambar’, tetapi kini juga bermakna ‘potrety’ dan ‘bioskop’. Dalam bahasa Indonesia kata papan pada mulanya hanya bermakna ‘lembaran kayu tipis’, tetapi sekaranag bermakna juga ‘perumahan’ (seperti dalam rangkaian kata sandang, pangan, dan papan dengan arti ‘pakaian, makanan, dan perumahan’). Contoh lain, kata saudara pada awalnya hanya bermakna ‘orang yang lahir dari ibu yang sama’, tetapi kini berarti juga ‘kamu’, seperti dalam kalimat “Surat Saudara sudah saya baca”. Begitu juga kata kepala pada mulanya hanya bermakna ‘bagian tubuh sebelah atas’, tetapi kini berarti jua ‘ketua, pemimpin’.

Perubahan makna yang menyempit, artinya, kalau pada mulanya kata itu memiliki makna yang luas, tetapi kini menjadi lebih sempit maknanya. Umpamanya, kata sarjana dalam bahasa Indonesia pada mulanya bermakna ‘orang cerdik pandai’, tetapi kini hanya bermakna ‘orang yang sudah lulus dari perguruan tinggi’. Contoh lain, kata ahli pada mulanya berarti ‘orang yang termasuk dalam satu golongan atau kaum’, tetapi kini hanya bermakna ‘orang yang pandai dalam satu bidang ilmu’.

Wardhaught (1990) membedakan adanya dua macam perubahan bahasa, yaitu perubahan internal dan perubahan eksternal. Perubahan internal terjadi dari dalam bahasa itu sendiri, seperti berubahnya system fonologi, system morfologi, atau system sintaksis. Sedangkan perubahan eksternal terjadi sebagai akibat adanya pengaruh dari luar, seperti peminjaman atau penyerapan kosakata, penambahan fonem dari bahasa lain, dan sebagainya.
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan-iklan

loading...