-->

Iklan Billboard 970x250

CONTOH MAKALAH TENTANG MAKANAN ATAU FERMENTASI (TAPE SINGKONG)

Iklan 728x90

CONTOH MAKALAH TENTANG MAKANAN ATAU FERMENTASI (TAPE SINGKONG)



TAPE SINGKONG
Disusun untuk memenuni tugas mata pelajaran IPA











Disusun oleh :
 Rendi Tri Nuryanto
Ronald Dimas Andriyan
Rahmat Alfian Saputra
Faishal Hidayat



SMP NEGERI 1 NGLIPAR
GUNUNGKIDUL
2018
KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan lancar. Sholawat serta salam senantiasa penulis haturkan kepada nabi Muhammad SAW kepada keluarganya sahabatnya dan kepada kita selaku umatnya.
Penyusunan laporan ini kami tujukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran IPA. Kami harapkan laporan ini akan menjadi bahan pertimbangan terhadap nilai mata pelajaran IPA.
Kami menyadari dalam penyusunan laporan ini masih terdapat kekurangan, tak ada gading yang tak retak pepatah mengatakan, karena itu penulis memohonkan maaf jika dalam penyusunan laporan ini masih terdapat kekurangan baik dari segi bahasa yang digunakan ataupun penulisan yang kurang tepat. Kami berharap dari laporan ini dapat membawa manfaat bagi kita semua khusunya penulis dan umumnya pembaca sekalian.

Nglipar,    September 2018
Penyusun




A.    Pengertian Tape Singkong
Tape singkong adalah tape yang dibuat dari singkong yang difermentasi. Makanan ini populer di Jawa dan dikenal di seluruh tempat, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Di Jawa Barat, tapai singkong dikenal sebagai peuyeum (bahasa Sunda).
Pembuatan tapai melibatkan umbi singkong sebagai substrat dan ragi tapai (Saccharomyces cerevisiae) yang dibalurkan pada umbi yang telah dikupas kulitnya. Ada dua teknik pembuatan yang menghasilkan tapai biasa, yang basah dan lunak, dan tapai kering, yang lebih legit dan dapat digantung tanpa mengalami kerusakan Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, terutama orang sunda. Tape ini dibuat dengan cara difermentasikan selama 2-3 hari, dengan bantuan bakteri saccharomyces cerivisiae. Mucor chlamidosporus dan Endomycopsis fibuligera.

B.     Alat dan Bahan yang Digunakan untuk Membuat Tape Singkong
1.      Bahan
a)      Singkong 1,5 Kg
b)      Daun pisang
c)      3 butir ragi
d)     Air
2.      Alat
a)      Panci
b)      Baskom
c)      Pisau
d)     Sendok
e)      Nyiru
f)       Kompor dan gas
g)      Piring
h)     Kain taplak
i)       Toples besar


C.    Cara Pembuatan Tape Singkong
1.      Siapkan semua bahan.
  1. Kupas singkong dan kikis bagian kulit arinya hingga kesat.
  2. Potong singkong yang telah dikupas sesuai keinginan.
  3. Cuci hingga bersih singkong yang telah dipotong.
  4. Sementara menunggu singkong kering, masukkan air ke dalam panci samapai kira-kira terisi seperempat lalu panaskan hingga mendidih.
  5. Setelah air mendidih masukkan singkong ke dalam panci kukus, lalu kukus hingga singkong 3/4 matang, kira-kira ketika ‘daging’ singkong sudah bisa ditusuk dengan garpu.
  6. Setelah matang, angkat singkong yang telah 3/4 masak lalu taruh di suatu wadah, kemudian didinginkan
  7. Sambil mengipas-ngipas, teman satu kelompok kami menyiapkan wadah sebagai tempat untuk mengubah singkong menjadi tape. Wadah itu terdiri dari baskom yang bawahnya dilapisi dengan daun pisang.
  8. Setelah singkong benar-benar dingin, masukkan singkong ke dalam wadah lalu taburi dengan ragi yang telah dihaluskan dengan menggunakan saringan
  9. Singkong yang telah diberi ragi ini kemudian ditutup kembali dengan daun pisang. Singkong ini harus benar-benar tertutup agar mendapatkan hasil yang maksimal.
  10. Setelah singkong ditutupi dengan daun pisang, diamkan selama 2-3 hari hingga sudah terasa lunak dan manis. Saat itulah singkong telah menjadi tape.



D.    Pengemasan dan Pemasaran Tape Singkong
Untuk pengemasannya menggunakan wadah tradisional yang terbuat dari daun pisang dan daun jati, supaya makanan tape akan tampak sangat tradisional sekali. Selain itu, usaha rumah tangga pembuatan tape singkong dapat mengemas produknya menggunakan keranjang bambu. Satu buah keranjang bambu dengan ukuran 30 x 50 cm mampu menampung 65-70 kg tape singkong. Sebelum tape dimasukkan, sebaiknya keranjang dilapisi daun pisang. Daun pisang juga digunakan untuk menutupi tape singkong. Satu buah keranjang dapat dibeli dengan harga sekitar Rp 7.500. Untuk pemasarannya dapat dititipkan ke warung-warung yang ada di sekitar rumah atau dititipkan ke penjual di pasar tradisional, seperti pasar Nglipar.
Jika sudah merasakan langsung dan merasa cocok dengan rasa tape singkong yang kita buat, para pedagang akan memesan secara teratur. Saat memberikan contoh produk, jangan lupa memberikan nomor kontak agar mudah dihubungi setiap saat.
Jika usaha sudah berjalan, penjualan tape singkong bisa dilakukan dengan cara mengantarkan tape ke pelanggan-pelanggan atau menjual tape secara langsung di tempat pembuatan (pembeli dating lansung ke tempat pembuatan).

E.     Untung Rugi
Tape singkong yang diambil langsung oleh pembeli di tempat pembuatan dapat dijual dengan harga sekitar Rp1.750/kg, sedangkan tape singkong yang diantarkan langsung oleh penjual kepada pembeli dijual dengan harga sekitar Rp2.500/kg. Sistem pembayaran biasanya dilakukan secara tunai pada saat transaksi. Perhitungan untung rugi adalah dikarenakan dengan bahan baku yang murah, maka dengan hitungan harga yang sudah ditetapkan dapat dipastikan penjual mendapatkan keuntungan. Misal, harga ketela per kg Rp. 700 ditambah ragi, daun, dan lain-lain menjadi Rp. 1200. Maka keuntungan yang diperoleh per kg adalah Rp. 550,-.




Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan-iklan

loading...