-->

Iklan Billboard 970x250

GEJALA-GEJALA EMOSIONAL AKIBAT INTERAKSI

Iklan 728x90

GEJALA-GEJALA EMOSIONAL AKIBAT INTERAKSI






Kegiatan berbahasa berlangsung secara mekanistik dan mentalistik, artinya kegiatan berbahasa berkaitan dengan proses atau kegiatan mental (otak) manusia sehingga studi linguistik perlu dilengkapi dengan studi antardisiplin antara linguistik dan psikologi yang lazim disebut psikolinguistik. Obyek psikolinguistik adalah bahasa yakni bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa dan ruang lingkup psikolinguistik yakni bahasa dilihat dari aspek – aspek  psikologi dan sejauh  yang dapat dipikirkan oleh manusia.
Sebagai alat interaksi verbal, bahasa dapat dikaji secara internal dan eksternal. Secara internal kajian dilakukan terhadap struktur internal bahasa itu, mulai dari struktur fonologi, morfologi, sintaksis, sampai stuktur wacana. Kajian secara eksternal berkaitan dengan hubungan bahasa itu dengan faktor-faktor atau hal yang ada diluar bahasa seperti sosial, psikologi, etnis, seni, dan sebagainya.
Dewasa ini tuntutan kebutuhan dalam kehidupan telah menyebabkan perlunya dilakukan kajian bersama antara dua disiplin ilmu atau lebih. Kajian antara disiplin ini diperlukan untuk mengatasi berbagai persoalan dalam kehidupan manusia yang semakin kompleks.
Pembelajaran bahasa, sebagai salah satu masalah komplek manusia, selain berkenaan dengan masalah bahasa, juga berkenaan dengan masalah kegiatan berbahasa. Sedangkan kegiatan berbahasa itu bukan hanya berlangsung mekanistik, tetapi juga berlangsung secara mentalistik, artinya kegiatan berbahasa itu berkaitan juga dalam proses atau kegiatan mental (otak). Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa, studi linguistik perlu dilengkapi dengan studi antardisiplin antara linguistik dan psikologi. Inilah yang lazim disebut dengan psikolinguistik (Chaer, 2003:1).
Setiap manusia memiliki pikiran dan perasaan. Dari perasaan maka akan timbul emosi. Emosi dapat berupa perwujudan rasa sayang, gembira, marah, dan benci. Emosi-emosi dapat merangsang pikiran baru, khayalan baru, dan tingkah laku baru. Kadang-kadang mudah untuk melihat hubungan antara perasaan dan tingkah laku. Arti yang kita berikan kepada emosi itu dapat mengarahkan kita kepada tingkah laku tertentu. Makin hebat emosi, makin sukar untuk membuat keputusan apakah kita akan mengungkapkannya dan bagaimana cara mengungkapkannya. Terkadang bahasa juga dapat menunjukkan gejala emosional yang sedang dialami oleh pengujar. Suatu ungkapan dalam ujaran dapat menunjukkan suatu gejala emosional. Hal itu dapat dilihat dari konteks dan ungkapan yang digunakan dalam berujar.

Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan-iklan

loading...