-->

Iklan Billboard 970x250

Jenis-jenis Bermain Konstruktif

Iklan 728x90

Jenis-jenis Bermain Konstruktif



Bermain konstruktif dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti bermain plastisin, membuat konstruksi, meniru konstruksi, proyek dekorasi, maupun geometri. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Musfiroh (2009 : 424) yang mengatakan bahwa kemampuan konstruksi sebagai dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain bermain plastisin, membuat konstruksi, meniru konstruksi,  proyek dekorasi, dan bermain geometri. 
Bermain konstruktif memiliki jenis-jenis sendiri sesuai dengan cara bermain konstruktif. Penjelasan mengenai jenis-jenis bermain konstrufktif dapat dijelaskan seperti di bawah ini. 
1) Bermain Plastisin 
Bermain palistin merupakan bermain dengan tujuan menciptakan bentuk-bentuk tertentu dengan menggunakan bahan atau media plastisin. Plastisin merupakan bahan yang bersifat elastis, sehingga tujuan dari bermain plastisin adalah untuk merangsang kemampuan anak dalam membuat konstruksi dengan bahan yang elastis. 
Kegiatan  bermain dengan plsatisin dapat difokuskan pada pembentukan konstruksi tiga dimensi secara global melalui plastisin, pasir, tanah liat, dan perca kertas berlem. Cara bermain dengan plastisin, misalnya berikan plastisin pada anak. Berikan contoh bagaimana membuat bentuk-bentuk dasar. Jika diperlukan sediakan dan berikan model, seperti patung hewan, tokoh kartun, atau lainnya yang dapat digunakan sebagai model untuk ditiru bentuknya.

2) Membuat Konstruksi 
Kegiatan membuat konstruksi merupakan bermain konstruktif secara bebas. Kegiatan ini bertujuan merangsang kemampuan untuk membuat konstruksi secara mandiri. Segala imajinasi dan kreativitas anak akan tercurah untuk membuat konstruksi. Kegiatan dapat dilakukan dengan tiga cara, yakni:
a) Anak diberi lego atau balok dalam porsi yang sama. Anak dibiarkan menentukan sendiri konstruksi yang ingin dibuat. Guru tinggal memberikan apresiasi pada anak. 
b) Anak diberi lego atau balok dalam porsi yang sama dan diberi kesempatan untuk membuat konstruksi dengan objek tertentu, seperti pesawat, rumah atau robot. Guru menilai sejauh mana anak mengembangkan imajinasinya tentang bentuk pesawat, rumah, atau robot. 
c) Anak bebas memilih berapa banyak dan berapa macam bentuk lego dan balok yang dinginkan untuk membuat konstruksi apa yang diinginkannya. 

3) Meniru konstruksi 
Kegiatan meniru konstruksi bertujuan untuk merangsang kemampuan anak dalam membentuk suatu konstruksi yang berguna tertentu.
Peniruan dimaksudkan sebagai model yang selanjutnya akan menstimulasi anak membuat sendiri desain konstruksi. Kegiatan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu.
a) Pertama, berikan contoh gambar konstruksi sederhana pada anak. Pada permainan konstruksi biasanya disertai dengan contoh gambar konstruksi. Pada nnak-anak TK akan cepat berusaha membuat konstruksi dengan gambar. Mereka akan membongkar pasang lego atau balok hingga dapat membentuk konstruksi sesuai gambar. 
b) Kedua, guru membuat sebuah contoh konstruksi. Beri kesempatan anak untuk menirunya. Bimbing anak jika membutuhkan. Beri tahu langkah demi langkah dan amati apakah anak dapat mengikuti. Cara ini diberikan pada anak yang baru pertama mengenal permainan konstruksi. Peniruan hanya berlaku sepanjang anak belum mengenal dasar-dasar permainan lego dan balok. Setelah anak mengenal dasar bermain konstruksi maka kegiatan meniru cara pertama lebih disarankan. 

4) Proyek Dekorasi 
Proyek dekorasi merupakan kegiatan bermain yang menghasilkan suatu karya. Dalam kegiatan ini perlu merancang dan melaksanakannya pun secara bersama-sama. Kegiatan ini dikategorikan sebagai kegiatan konstruksi karena memerlukan kreasi rancang-cipta dalam berbagai tahapnya. Kegiatan ini memiliki tujuan utama merangsang kemampuan menciptakan desain dekorasi dan merangsang kepekaan estetis. Kegiatan dilakukan melalui tahap berikut: 
a) Siapkan berbagai bahan, seperti janur, kertas krep, bunga, lem, gunting, balon, dan bahan yang dipandang perlu. 
b) Beri kesempatan kepada anak secara berkelompok merancang desain dekorasinya. Jika perlu bantuan, baru diberi bantuan. 
c) Anak boleh menggunakan alat-alat, benda dan mainan yang ada di kelas dan bebas mengekspresikan ide-idenya. 

5) Bermain Geometri 
Bermain geometri merupakan salah satu jenis bermain konstruktif. Bermain geometri di dalamnya terdapat kegiatan eksploratif terhadap bangun geometri dan penyusunannya. Kegiatan bermain geometri bertujuan untuk merangsang kepekaan anak terhadap unsur bangin pokok konstruksi. Dengan kegiatan ini anak-anak dituntut kreatif membuat konstruksi sederhana dengan bangun pokok, yakni bangun geometri. Cara yang dilakukan dalam bermain geometri adalah sebagai berikut:
a) Sediakan berbagai bangun geometri, misalnya bentuk lingkaran, persegi, persegi panjang, jajar genjang, segitiga, dan lain-lain dalam berbagai ukuran.
b) Sediakan lem dan gunting.
c) Demonstrasikan di depan anak-anak bagaimana membuat konstruksi dari bangun geometri. Anak-anak usia 2-4 tahun dapat mencermati konstruksi rumah dari dua unsur, anak TK A dapat memahami bentuk lebih dari dua unsur. Sedangkan anak TK B bahkan dapat membuat konstruksi yang lebih rumit. 
d) Setelah puas, beri kesempatan anak membuat konstruksi sendiri. Dampingi jika mereka memerlukan bantuan atau masukan, termasuk memerlukan bentuk geometri lebih kecil dari yang anda sediakan. Awasi anak saat menggunting 
e) Biarkan anak mengelem bentuk geometri tersebut lalu mewarnainya 

Daftar Pustaka :

Musfiroh, Tadkiroatun. 2009. Bermain Sambil Belajar dan Mengasah Kecerdasan. Jakarta: Depdiknas.
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan-iklan

loading...