-->

Iklan Billboard 970x250

Pengertian Kurikulum

Iklan 728x90

Pengertian Kurikulum



1. Secara etimologi
Kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu kata curir dan curere yang merupakan istilah yang artinya tempat berpacu, berlari dalam sebuah perlombaan yang telah dibentuk dalam sebuah rute jalan pacuan yang harus dilalui para peserta lomba tersebut. Maka secara bahasa akan dapat disimpulkan bahwa jalan atau rute yang telah ditentukan wajib dilewati oleh peserta lomba. Konsekuensinya yaitu seluruh peserta lomba wajib mengikuti jalan atau curere yang telah disediakan tersebut.

2. Menurut UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 
Definisi kurikulum dikembangkan kearah  seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.  Dalam pelaksanaan pendidikan tentunya memerlukan perencanaan, pengaturan, penyamaan tujuan, isi, dan bahan pelajaran agar dalam pelaksanaan pendidikan memiliki visi yang sama untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah direncanakan sebeliumnya. 

3. Menurut Soediarjo dalam Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto (1986: 13) 
Kurikulum merupakan sebuah pengalaman pemikiran bagi prosedur perencanaan dan pengembangan kurikulum di perguruan tinggi dengan pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan dan diorganisir untus diatasi oleh para siswa atau mahasiswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bagi suatu lembaga pendidikan. Poin-poin utama dari kurikulum dengan definisi tersebut menitik beratkan pada peran organisasi untuk mencapai tujuan dalam pendidikan.

4. Menurut B. Ragan dalam Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto (1986: 13) 
Kurikulum  adalah “all the experiences of children for which the school accepts responsibility” yang bermakna semua pengalaman anak yang berada dibawah tanggung jawab sekolah. Fokus pengertian Ragan terkait kurikulum yaitu semua hal yang terjadi di lingkungan sekolah baik berupa pengalaman, pelajaran dan semua hal lainnya merupakan bagian kurikulum dengan konstruk tanggung jawab sekolah melalui program. Sedangkan menurut Sarimuda Nasution dalam Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto (1986: 14) mendefinisikan kurikulum sebagai usaha-usaha perbaikan dalam bidang pendidikan dan administrsi pendidikan. Pengertian tersebut menitikberatkan terhadap konstruksi perbaikan untuk peningkatan kemampuan peserta didik melalui good learning an administration.

5. Soedijarto dan Ragan dalam Hamdani Hamid (2012: 15) 
Menjelaskan bahwa tanggung jawab terletak pada lembaga pendidikan, akan tetapi pengertian lain menyebutkan bahwa tanggung jawab juga terlatak di luar lingkungan sekolah. Kedua pengertian tersebut akan berujung terhadap munculnya kurikulum yang bersifat formal dan non-formal. Dalam penelitian ini akan menitikberatkan pada kurikulum yang bersifat normal. Artinya kurikulum yang terukur, terkondisikan, dan dilaksanakan di lembaga pendidikan, yaitu sekolah formal.

Daftar Pustaka :

Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekertariat Jendral Departemen Pendidikan Nasional.
Hamid, Hamdani. 2012. Pengembangan Kurikulum Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto. 1986. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Bina Aksara.

Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan-iklan

loading...